Jewelrymakingdaily - Tutorial Pembuatan Perhiasan Dan Permata

Blog, Informasi, Perhiasan

Menilik Proses Pengolahan Batu Permata Menjadi Perhiasan Bernilai Tinggi

Menilik Proses Pengolahan Batu Permata Menjadi Perhiasan Bernilai Tinggi

Menilik Proses Pengolahan Batu Permata Menjadi Perhiasan Bernilai Tinggi – Siapa yang tidak kenal dengan perhiasan ? Ya, tingginya nilai yang harus dibayarkan untuk memiliki perhiasan menjadikannya sebagai salah satu jenis bahan berharga. Tentu saja nilai perhiasan bergantung pada bahan yang terkandung di dalamnya. Salah satu bahan yang membuat nilai perhiasan menjadi sangat tinggi adalah batu permata. Batu mineral yang terbentuk oleh adanya proses geologi ini memiliki nilai jual yang tinggi karena jumlahnya yang sangat terbatas.

Menilik Proses Pengolahan Batu Permata Menjadi Perhiasan Bernilai Tinggi

Proses mendapatkan batu permata yang harus dilakukan melalui penggalian atau ekskavasi menjadikan nilai jualnya semakin tinggi. Terlebih, tidak semua proses penggalian atau ekskavasi menghasilkan batu permata. Dibutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit untuk mendapatkan batu permata dengan nilai jual yang tinggi. Selain itu, tingginya nilai jual batu permata sebagai perhiasan juga disebabkan oleh proses pemotongan dan pemolesan batu yang membutuhkan waktu lama dengan ketelitian tinggi.

Banyak sekali batu yang dapat dijumpai di wilayah Indonesia. Namun, hanya batu yang memenuhi beberapa persyaratan tertentulah yang dapat dikatakan sebagai batu permata. Batu dapat dikatakan sebagai permata apabila memiliki tingkat ketahanan yang tinggi, memiliki keindahan yang mumpuni dan langka dijumpai. Persebaran lokasi ditemukannya batu permata di Indonesia sangatlah terbatas pada beberapa wilayah seperti Sumatra dan Kalimantan. Bahkan, setiap wilayah memiliki penamaan batu permatanya sendiri sesuai dengan karakteristiknya seperti Batu kecubung (amethys) dan berlian di wilayah Kalimantan. Selain itu, penamaan batu permata terdiri dari huruf a sampai z dan disesuaikan dengan tingkat kekerasan yang diukur berdasarkan skala Mohs dengan rentang nilai 1-10 seperti Amethys atau kecubung sampai Zamrud.

Proses Pengolahan Batu Permata Menjadi Perhiasan Bernilai Tinggi

Proses pengolahan batu permata hingga menjadi perhiasan bernilai tinggi juga membutuhkan beberapa tahapan lho. Terdapat setidaknya 5 proses yang harus dilalui untuk menjadikan batu permata mentah sebagai perhiasan yaitu proses marking, sawing, polish, bruting dan micro setting. Pengolahan batu permata di era modern seperti sekarang telah menggunakan teknologi mesin yang diatur menggunakan perangkat komputer. Pasalnya, teknologi mesin dirasa lebih ampuh untuk membentuk pola pada batu permata yang memiliki tingkat kekerasan tinggi.

Batu permata yang masih mentah akan diolah pertama kali menggunakan proses marking untuk menentukan pola yang akan dibentuk. Ketika pola batu permata telah ditentukan maka bisa dilanjutkan ke proses sawing untuk dipotong menggunakan mesin laser sesuai dengan pola yang sudah ditentukan. Penggunaan mesin laser sebagai alat bantu potong batu permata sangat efektif untuk menghasilkan bentukan yang simetris. Selain itu, mesin laser juga membantu para pengrajin untuk pembentukan berbagai pole yang rumit seperti pola mahkota, pola gerigi dan sebagainya.

Ketika batu permata telah dipotong menggunakan mesin laser sesuai dengan pola yang sudah ditentukan maka bisa dilanjutkan ke proses polish. Proses polish menandakan bahwa batu permata telah memasuki tahap akhir atau finishing. Proses polish membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi sehingga perlu dikerjakan secara manual. Tujuan dari proses ini adalah menghasilkan warna yang berkilau pada tubuh batu permata. Tingginya tingkat ketelitian yang dibutuhkan membuat proses polish membutuhkan waktu yang lebih lama dari proses-proses sebelumnya. Apabila batu permata telah selesai dipolish maka pelu dihaluskan melalui proses brutting. Penghalusan batu permata difokuskan pada daerah tepian agar tidak terlihat tajam. Barulah batu permata yang sudah selesai di brutting memasuki tahap akhir yaitu micro setting dimana pengrajin memasangkan batu permata ke dalam beberapa jenis perhiasan yang umum digunakan seperti cincin, kalung, gelang dan masih banyak lagi.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap